Assalamualikum. Wr Wb

Perkenalkan nama saya : Muhammad Abdul Basit, umur : XX Tahun, tinggal Di kota Bogor Alamat : Jl Raya Puncak Km 70 Kab. Bogor – Jawa Barat.  Dan Alhamdulillah saya sudah menikah, profesi sebagai duta besar bagian kebersihan dan perlengkapan di sebuah yayasan Islam yaitu Islamic Centre Attaufiq Cimanggu – Bogor. Yang ingin berbagi sebagian cerita tentang awal keinginan lagi kulaih dan pesan kesanya


Sebelumnya saya mohon maaf setulusnya dari qalbu yang terdalam kepada para master dan  para suhu yang sangat mahir dalam membuat artikel atau tulisan sebuah cerita pengalaman atau sebuah artikel lainya, apabila dalam artikel cerita pengalaman ini masi kurang baik dari cara penulisan, merangkai sebuah kalimat, alur cerita, setinggan format artikel, atau pun dalam bahasa yang kurang santun. Harap di maklum karena saya baru belajar membuat artikel. Dan mohon maaf juga kepada pembaca bila artikel ini kurang menarik dan berkesan. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Mamang google yang sudah memberikan tips untuk membuat artikel cerita pengalaman, dan saya ucapkan terimakasih juga kepada segenap alat tulis: pulpen, pensil, penghapus, buku,dll. Serta kopi hangat yang menemani malam ini hari senin 29-juli-2019, pukul 19.30 WIB s/d selesai. Bertempat  Di komplek Bumi Abdi nu Endah Blok Okoc. :D yuk ah..! langsung ajah, begini nih ceritanya.. !!!

Berawal Dari Niat Yang Terpedam Lama

Sebetulnya sebelum saya menikah saat itu,  niat untuk menimba ilmu atau kuliah sudah saya tanamkan sejak lama, berhubung banyaknya pertimbangan dan pilihan rencana hidup, niat untuk kuliah saya tunda terlebih dahulu. Karena di pertemukan dua pilihan yang sama kuat yaitu menikah atau kuliah dulu.?, hehe (dilema tingkat siaga satu), dan akhirnya saya memilih menikah dulu. Malumlah umur udah lumayan harus ada yang di amankan di bagian hidup ini. Menurut saya ‘hidup itu emang pilihan, pilihlah jika emg itu yang terbaik tapi jangan pernah menyesalinya’, dan jika ingin mengapai tujuan yang baik tapi belum tergapai, jagan ragu  niatkanlah terlebih dahulu dengan sunguh-sunguh. Karena dengan niat yang baik pasti ada hal yang terbaik walau berbeda dengan tujuan pertama kita.

Setelah hari demi hari menjalani hidup berumah tangga, hampir terlupakanlah niat saya untuk kuliah lagi. tapi setelah hampir satu tahun menjalani hidup berkeluarga, eh malah istri yang minta izin untuk lanjutkan kuliah S1 Di Universitas Terbuka  Bogor. Dan saya merestui ke inginanya agar kuliah Di UT Bogor. Tapi karena itu keingginan di dalam hati saya mulai  muncul untuk menimba ilmu kembali,walau ada sedikit keraguan karena masalah umur dan terjangkaunya biaya. saat itu saya langsung bertanya ke teman saudara tempat-tempat kuliah yang terjangkau dan hanya masuk kuliah sabtu minggu, sempat mencari info juga di mamang google ,Dll


Karena tempat saya bekerja adalah bidang pendidikan lebih mudah untuk mencari informasi yang tepat, seiringnya waktu berjalan  bertemulah dengan pak. Ahmad dan Pak. Mamuri merekomendasikan saya untuk belajar di Mabi yayasan Bakti Insani yang beralamat Di Jl. RE. Martadinata No. 2e RT. 006/003 Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Bekas mereka belajar dahulu. Mereka sekarang Alumni Mabi yang beda angkatan, dan mereka dahulunya teman seprofesi juga seperti saya  petugas kebersihan, berkat belajar dan lulus Di Mabi, mereka di promosikan menjadi lebih baik dari pekerjaan yang baik dahulunya. Sekarang pak. Ahmad menjadi FO dan pak. Mamuri menjadi petugas TU Di Attaufiq. karena itu saya terinspirasi oleh mereka, dan makin mantaplah niatku semantap kopi hangat yang di minum di pagi hari...!!! :D walau beda orang, beda juga niat dan tujuan- seseorang untuk menimba ilmu. Tapi kisah mereka saya jadikan sebagian motivasi untuk menimba ilmu kembali. Karena tiada waktu yang telat untuk mencari ilmu, yang bikin telat itu keraguan dan kemalasan dari diri sendiri. Dan saya putuskan untuk belajar di Mabi.



Mendaftar menjadi mahasiswa baru di Mabi

Hari sabtu tanggal 15 juni 2019, itu hari penutupan penerimaan mahasiswa baru di Mabi. Saya putuskan datang hari jum’at tanggal 14 juni 2019 ba’da sholat jum’at, bersama si Harley (nama motor honda fit saya). tidak ada yang bisa ikut untuk mengatrakan saya ke Mabi, tapi Alhamdulillah ada Mamang Google Map sodaranya mang google, yang mengarahkan saya sampai ke daerah ruko perkantoran dimana gedung Mabi salah satunya. Sesampai disana saya di sapa dan arahkan ke tempat parkir oleh bapak security, tapi saya enggan bertanya karena sudah yakin ketemu. Tapi ada beberapa ruko disana satu persatu saya hampiri, “kok belum ketemu juga ya, malah yang ketemu toko baju konveksi..!” sedangkan menurut mang google sudah tepat di gedung itu ygang di tuju. Oh ternata mamang google map tidak secanggih pepatah yang sering terdengar ‘malu bertanya mumet di jalan ‘, akhirnya saya bertanya kepada bapak security di sekitar parkiran..

    Saya     : punten pak, gedung Mabi di sebelah mana ya.?
    Security : oh naik ke lantai 2 dan 3 mas..!!
    Saya  : terimakasih Pak..!!!
    Security : sama-sama


Alhamdulillah saya tidak terlambat dikala itu karena masih bisa bertemu dengan pengurus Mabi yaitu Bapak Mulyadi, sebetulnya beliau sudah mau berangkat survei tempat untuk rihlah Mabi angkatan 15. Saya langsung mengisi formulir biodata pendaftaran dan mengumpulkan sebagian persyaratan, setelah itu harus hadir untuk mengikuti proses seleksi mahasiswa baru di minggu depanya.


Hari yang ditunggu-tunggu untuk menjadi mahasiswa baru

Hari minggu tanggal 23 juni 2019 adalah hari yang begitu menegangkan buat saya karena akan di adakanya tes seleksi mahasiswa baru, dan di hari itu juga saya akan bertemu dengan calon mahasiswa baru yang lainya atau calon teman saya nanti kalo di terima menjadi mahasiswa di mabi, walau sedikit malu karena mereka kebanyakan baru lulus sekolah sma tahun ini, sedangkan saya lulus sudah lama. Saya di tes interview oleh Bapak Awang yang sedikit tegang tapi ku hadang dengan ucapan “BISMILLAH”. Dan akhirnya, Alhamdulillah saya boleh bergabung belajar di mabi menjadi mahasiswa baru di angkatan ke 16.

Begitu bersyukur ku ucapkan, sampai saat ini saya menikmati prosesnya menjadi pelajar lagi, belajar, mengerjakan tugas, berdiskusi, membuka buku yang dahulu, serasa bernostalgia kembali seperti dahulu kala masih menjadi pelajar. karena sekarang menjadi mahasiswa baru di Mabi Insyalloh saya akan terus belajar dan “Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, kaki akan berjalan lebih jauh seperti biasanya, lapisan tekad seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja keras seperti biasanya. Dan mulut yang selalu akan berdo’a. Aminn (ex film 5cm)

Demikian kisah singkat ini, semoga ada hikmah dan manfaat dari pengalaman saya ini, harus ada awal dari membuat artikel agar mengalami bagaimana untuk belajar menjadi seorang penulis, selebihnya mohon maaf bila masih banyak kesalahan dalam artikel ini.
 

Wassalamualikum. Wr. Wb.

Ditulis Oleh : Abdul Basit

Post a Comment