Apakah kamu sudah berbakti kepada kedua orang tua? Jika belum, di sini saya akan membahas tentang seputar berbakti kepada kedua orang tua, untuk lebih jelasnya mari kita simak artikel berikut.


Kenapa harus berbakti kepada kedua orang tua?

Karena berbakti kepada kedua orang tua merupakan suatu kewajiban baik di kala mereka berada di usia senja (tua) ataupun di usia muda.
Ada Sebuah contoh dalam Al-qur’an di jelaskan tentang perintah hormat dan patuh kepada orang tua, terdapat pada Q.S Al-isra/17 : 23-24 yang artinya : 23. Dan atuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentuk keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. 24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “wahai tuhanku! Sayangilah keduanya sebagai mana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

Amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah berbakti kepada orang tua

Hadist dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma beliau mengatakan : “Aku berkata pada Rasullah Shallahu’alaihi wa sallam, Amal apakah yang paling di cintai oleh Allah ‘azza wa jalla? Beliau Shallahu’alaihi wa sallam  menjawab, ‘shalat pada waktunya’. Lalu aku mengatakan , ‘kemudian apa lagi?’ lalu beliau Shallahu’alaihi wa sallam mengatakan, ‘kemudian apa lagi?’ lalu beliau Shallahu’alaihi wa sallam mengatakan, ‘jihad fii sabilillah.’

Ridha Allah bergantung kepada Ridha orang tua 

Sesuai hadist Rasullah Shallahu’alaihi wa sallam disebutkan yang artinya dari ‘Abdullah bin ‘Amr bn ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dari murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.”

Jasa orang tua begitu besar

Sungguh, jasa orang tua apalagi seorang ibu begitu besar.
Mulai saat mengandung selama sembilan bulan kita berada dalam perutnya dan saat-saat menegangkan saat kita dilahirkan itu adalah saat yang paling berat yang dirasakan ibunda kita yang ada di pikirannya hanya bagaimana kita bisa keluar dengan selamat menatap dunia ini. Begitu pula saat menyusui, yang sebenarnya waktu istirahat baginya, namun dia rela lembur di saat si bayi kecil menangis di tengah malam karena kehausan dan membutuhkan air susunya, oleh karena itu jasanya sangat sulit sekali untuk di bahas, walaupun dengan memikulnya untuk berhaji dan memutari ka’bah.

Bapakku memang tidak mengandungku, tapi dalam darahku mengalir darahnya. Bapakku memang tidak melahirkanku, tapi suaranyalah yang pertamaku dengar ketika lahir untuk menenangkan jiwaku. Bapakku memang tidak menyusuiku, tapi keringatnyalah setiap suapan nasi dan sayur-sayuran dari ibuku yang menjadi air susuku.
Bapak, cucuran keringat yang keluar perginya bapak dari rumah untuk mencari nafkah dari pagi, siamg, malam bahkan tak pulang, ternyata semua itu di lakaukan hanya untuk anaknya seorang. 


Terkadang aku menyangka bapakku adalah seorang sosok yang tegar dan tak pernah menangis. Sosok yang tidak pernah bersedih bahkan tak mungkin bersedih.
YA ROBBI....! Rindu yaa Rabb, rindu hati ini dengan kecup manja yang terkadang membuatku geli, rindu pak, rinduku menatap wajahmu, mendengar suaramu, rimdu dengan kehangatan pelukanmu.


Bapak dan ibu mereka adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan kita. 

 
Kita menjadi saksi perjuangan mereka yang begitu sangat luar biasa dalam kehidupan ini. Dan dijelaskan dalam Q.S Al-Ahqaf/46 : 15 yang artinya : “ kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya sampai tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a : “ Yaa Tuhanku, tujukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang engkau ridhai ; berilah kebaikan kepadaku dengan (menberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Keburukan bagi seorang anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tua?

    Uquuqul Walidain adalah gangguan yang di timbulkan seorang anak terhadap  keduanya, baik berupa perkataan atau perbuatan. Contoh gangguan berupa perkataan, yaitu  mengucapkan kata “ah”, berkata dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati, mengertak, menacaci maki, dan lain-lain. Sedangkan yang berupa perbuatan, yaitu berlaku kasar, seperti memukul dengan tangan atau kaki bila orang tua menginginkan sesuatu atau menyuruh untuk memenuhi keinginannya.

Larangan Uquuqul Walidain adalah menyertai larangan berbuat syirik kepada Allah. Uquul Walidain dapat mengakibatkan turunya Azab  bagi anak yang durhaka di dunia, dan merupakan tertolaknya amalan dan salah satu sebab masuk neraka. Uquuqul Walidain merupakan sikap pengingkaran terhadap keutamaan dan kebaikan.


Durhaka kepada kedua orang tua adalah termasuk dosa besar, dan menyebabkan seseorang menjauh dari rahmat Allah dan berhak mendapatkan siksaan api neraka. Dalam sebuah hadist yang menjelaskan tentang durhaka kepada kedua orang tua, Dari Abu Hurairah Nabi Shallahu’alaihi wa sallam  bersabda yang artinya : Celakalah, Celakalah, Celakalah. Di katakan “ siapa  yang celaka wahai Rasullah?” Beliau bersabda : siapa saya yang mendapati orang tuanya yang sudah tua, salah satunya atau keduanya kemudian belum masuk surga. (HR. Muslim)


Hadist dari sahabat Abdullah bin Al ‘ash radhiyallahu ‘anhuma beliau bersabda yang artinya : Dosa-dosa besar di antaranya adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan sumpah palsu. (HR. Bukhari)

Hadiah bagi seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua

    Birrul walidain merupakan akhlak para nabi, kebiasaan orang shalih, satu sebab bertambahnya umur, keluasan rizki, terbebas dari kesusahan, terkabulnya do’a, kebaikan hidup, serta sebab bagi baiknya seorang anak bagi ke shalihannya. Birrul walidain merupakan pembuktian atas benarnya keimanan seseorang, kemuliaan jiwa dan kesempurnaan loyalitas.

Berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju surga, surgapun memiliki beberapa pintu salah satunya adalah pintu birrul walidain. Rasullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silahkan sia-siakan orang tua kalian. (HR. Tirmidzi)


Bakti pada orang tua akan menambah umur terdapat pada sebuah hadist dari Anas bin malik radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “siapa yang suka untuk di panjangkan umur dan di tambah rizki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambulah tali silaturahmi.” (HR. Ahmad syaikh Al Albani)




Ditulis Oleh : FItria Nuraini

6 Komentar

  1. Artikelnya menarik juga ya buat sang pembaca.. Mksih sudah buat artikel buat berbakti sama orng tua dan yg blum berbakti sma orang tua ya sebaiknya bebaktilah sbelum dia di tutupi dgn tanah๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  2. Teruskan karyanya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Menarik bermotivasi tinghi❤๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  5. Artikel menarik untuk di baca

    BalasHapus
  6. Semoga bermaanfaat buat yang baca artikelnya

    BalasHapus

Posting Komentar