Etika Muslimah Sehari-hari

Istiqomah dalam agama            

       Tetaplah dalam agamamu,sekalipun kamu dibunuh dan dibakar.jadikanlah para Ummahatul Mukminin dan wanita-wanita sahabat sebagai teladan anda.Juga para pejuang yang beriman lagi sabar.Jadikan (teladan)dihadapan matamu wanita pertama yang syahidah yaitu Sumayyah isteri Yasir sekaligus ibu Ammar.Dia telah menorehkan kepada kita teladan yang paling agung dalam keistiqamahan.Dia tidak perduli kepada kezhaliman dan penyiksaan dan tidak merasakan sesuatu kecuali manisnya iman.

         Banu Makhzum telah mengatur cara dalam menyiksanya.Mereka membawanya keluar ke padang pasir disaat panas terik matahari.Mereka membuangnya di atas tanah yang dikelilingi pasir yang panas,di atas tubuhnya diletakkan batu yang berat.Badannya dan badan anak serta suaminya berada di atas api.Rasulullah memberikan kabar gembira kepada mereka dengan sabdanya: "Bergembiralah wahai keluarga Yasir,sesungguhnya tempat kalian adalah Surga."

         Ketika itu,dengan penuh ketegaran Sumayyah menjawab: "Aku bersaksi bahwasanya engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwasanya janjimu aalah benar."

         Dia tidak pernah berhenti berdzikir walau sekejap,sehingga orang-orang musyrik semakin marah dan menambah penyiksaan mereka kepadanya.Namun mereka tidak mampu menggoyahkan keimanan sedikit pun.

        Ketika para thaghut tersebut putus asa darinya,Abu jahal menancapkan tombaknya yang berada di tangannya.Di saat itulah ruhnya keluar.Dia adalah wanita yang pertama kali mati syahid dalam islam,semoga Allah meridhai semuanya

Ikhlas kepada Allah 

          Yaitu bila kita melalukan amal shalih semata mencari ridha Allah dan mengharap pahala yang ada  disisinya.

Allah berfirman: "Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran.Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya.(QS.Az-Zumar:2)

           "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan ketaatan Allah,kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan)terima kasih." (QS.Al-Insan:9)

            "Padahal mereka tidak disuruh,kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan)agama yang lurus,dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat;dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS.Al-Bayyinah:5)

            "Katakanlah:'Sesungguhnya aku diperintahkan sepaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama.

             Dari Umar bik Al-Khattab Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya amal itu tergantung niat,dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan."

Menaati Allah dan Menjauhi Maksiat kepadanya.

            Sesungguhnya menaati Allah adalah wajib bagi anda,begitu juga menaati Rasulnya.Ketaatan dilakukan dengan mengikuti aturannya dan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya.Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman,taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul." (QS.Muhammad:33)

Beribadah kepada Allah

             Allah menciptakan makhluknya untuk beribadah kepadanya semata.Maka beribadahlah kepada Allah sebagaimana yang Dia ingikan dan yang Dia kehendaki.Ibadah adalah perkataan,perbuatan dan gerakan yang diajarkan oleh Allah.Dengannya,kita dekatkan diri kepadanya.Dan itu wajib bagi kita.Barang siapa meninggalkan karena menolak dan mengingkarinya maka ia telah kafir.

            Diantara ibadah adalah mengucapkan syahadatain,shalat,puasa,zakat,haji,taubat,istighfar dan doa.Allah berfirman: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanya dengan sesuatu pun." (QS.An-Nisa:36)

Berhukum dengan syariatnya

        Allah yang menciptakan makhluk dan menentukan kepada mereka (manhaj) yang sesuai dengan kehidupan mereka.Jika mereka mengikutinya,mereka maka akan beruntung di dunia dan di Akhirat.Bila mereka meninggalkan dan menyia-nyiakannya,mereka akan merugi di dunia dan di Akhirat.

          Jalan hidup (manhaj) yang membuat baik orang-orang pertama terdahulu.Orang-orang terakhir tidak akan baik,kecuali dengan apa yang membuat orang-orang pertama baik.Berhukum dengan syariat Allah dalam segala urusan kaum muslimin adalah sesuatu yang wajib dan meninggalkannya adalah kafir.

.        Allah berfirman: " Maka demi Rabbmu,mereka (para hakikatnya) tidak beriman hingga meteka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang merwka perselisihkan,kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan,dan mereka menerima dengan sepenuhnya. "(QS.An-Nisa':65)

        "Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir."(QS.Al-Maidah:44)

         "Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran,supaya kamu mengadili di antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu."(QS.An-Nisa:105)

Tidak Memperolok-olok Ayat Allah

         Janganlah kalian memperolok-olok ayat Allah yaitu menafsirkan sesuai dengan hawa nafsu,menafsurkan dengan tafsir yang salah dengan tujuan menghalalkan yang haram.Dan jauhkan diri dari orang yang memperolok-olok ayat Allah.Allah berfirman:
"Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh Rasul-Rasul) aa (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (QS.Al-An'am:67)

Takut dari Azab Allah dan Mengharao Rahmatnya

       Ketahuilah wahai ukhty muslimah,takut dan harap sangat dibutuhkan dalam hati seorang wanita beriman.Agar ia senantiasa taat dalam beribadah kepada Allah.keduanya laksana dua sayap burung.Dengan keduanya orang-orang yang mendekatkan diei terbang ke tempat yang terpuji.Terbang menempuh perjalanan Akhirat dengan segenap tantangan yang dihadapinya.Salah satu dari keduanya tidak bermanfaat tanpa yang lainnya.Keduanya tersebut sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah keseimbangan.Hati yang sangat sunyi dari takut dan harap,adalah hati yang sunyi iman dan takwa.Karena keduanya termasuk sifat orang beriman.Keduanya juga adalah buah dari iman yang jujur dan pengetahuan yang benar.

       Takut,yaitu takut dari adzab Allah dan siksanya yang mencambukbseorang hambanya agar tetap dalam ilmu dan amal.Agar dengan keduanya akan mendaoatkan kedekatan di sisi Allah Orang yang paling takut adalah orang yang paling mengetahui Allah.

        Takut mengekang syahwat,dan membuat kemaksiatan yang disayangi menjadi dibenci.Dengan takut jiwa akan terbina dan hati akan disucikan.takut dalam mengubah kesibukan manusia menjadi muraqadah dan muhasabah (mengevaluasi diri) mengekang diri dari pikiran,keinginan dan langkah yang salah.Allah berfirman: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanya,hanyalah ulama." (QS.Fathir:28)

Ditulis Oleh : Maida Utari

8 Komentar

  1. Artikel ini menambah wawasan saya bagaimana mestinya beretika dalam kehidupan sehari-hari sesuai syariat Islam, apalagi dibantu dengan pembuktian Firman Allah SWT Yang tercantum dalam tulisan tersebut, namun Ada beberapa kalimat Yang kurang efektif dalam teks tersebut, seperti misalnya pada bagian berhukum dengan syariatnya, pada kalimat "mereka maka akan beruntung Di dunia Dan Di akhirat" alangkah lebih baik jika "maka mereka Akan beruntung di dunia dan akhirat".

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah... Bisa nambah wawasan dan ilmu...
    Semoga bermanfaat selalu....

    BalasHapus
  3. Pemaparan tentang Etika Muslimah Sehari-hari ini,,bisa kita jadikan motivasi agar bisa mnjadi muslimah yg beretika,alhamdulillah dengan membacanya kita bisa menambah ilmu,dan wawasan:)

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah mendapatkan ilmu baru.. Sukses untuk penulis 😊

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah bertambah wawasan😊 Syukron kpd penulis🙏

    BalasHapus
  6. Masya allah artikelnya sangat bagus dan sangat bermanfaat sekali bagi kita baik untuk yg akan memulai berhijrah dan baik yg sudab berhijrah agar tetap istiqomah kepada allah☺bkn hanya istiqomah didlam artikel ini pun kta diajarkan untuk selalu berharap kepada allah ,menjauhi larangannya dan takut akan azab yg pedih. Terimakasih karna artikel ini kami sebagai ukhty sangat terbantu untuk tetap mempertahankan ke istiqomahan kmi dan juga kalian semua☺

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah bertambah wawasan, terimakasih ilmu ilmunya

    BalasHapus

Posting Komentar