Novel Diadaptasi ke Film, Kenapa Jadi Beda

Novel dan Film - Bagi para pecinta buku sekaligus film, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah karya sastra biasanya menjadi karya yang sangat ditunggu-tunggu. Tentu saja kita ingin melihat seperti apa visualisasi dari buku yang kita sukai. Tapi, adaptasi buku ke layar lebar tak selalu berkhir sukses. Hal yang paling sering ditemukan seorang penggemar buku adalah menanti cerita favoritnya menjadi nyata adalah hilangnya elemen-elemen yang dirasa penting dibuku. Maka, bagaimana sebuah buku diadaptasi ke dalam sebuah film sangat tergantung dari orang-orang yang ada dalam produksinya. Bukan hanya kemampuan yang dibutuhkan tetapi juga keinginan untuk membuat cerita tersebut menjadi nyata.

Film yang diadaptasi dari novel biasanya tidak semua isinya akan sama dengan yang ada di dalam novel tersebut. Contohnya, ada beberapa cerita di novel yang tidak dimasukan ke dalam film tersebut, atau ada cerita yang ditambahkan ke dalam film yang sebelumnya tidak ada dalam novel. Dalam penambahan dan pengurangan cerita tersebut tentunya mendapat beragam kesan dari beberapa orang yang sudah menonton sekaligus membaca novel tersebut. Tak jarang juga yang berpendapat film adaptasi novel sering mengecewakan. Berikut ini beberapa pendapat terkait alasan film adaptasi seringkali berbeda dari bukunya.

 

Relatif Pendek Durasi Filmnya

Film biasanya hanya berdurasi 1 sampai 2,5 jam saja, tak terkecuali dengan film adaptasi. Tentu saja itu menjadi tantangan untuk film adaptasi, yang harus memuat sebuah buku dengan ratusan halaman ke dalam film yang hanya berdurasi 2 jam. Akibatnya, banyak adegan atau karakter yang tidak dimasukkan ke dalam film, demi menyesuaikan dengan durasi film. Dalam pemotongan adegan ini tak jarang menimbulkan kekecewaan bagi para penggemar buku, karena terkadang adegan yang dipotong bisa saja menjadi aspek yang penting dalam buku.

 

Berbeda Interpretasi

Saat membaca buku tentu saja kita akan berimajinasi tentang apa yang ada di dalam buku. Imajinasi atau gambaran seseorang tentang buku tersbut pastinya akan berbeda-beda. Misalnya saja dalam menggambarkan karakter yang ada, setiap orang mempunyai gambaran yang berbeda-beda tentang bagaimana wujud karakter itu. Pada pembuatan film adaptasi, memvisualkan karakter yang ada dalam novel tersebut mungkin tidak akan bisa menyesuaikan dengan imajinasi dari sekian banyak pembaca. Sebelum menjadi film pun tentu saja harus melalui interpretasi banyak orang yang berbeda. Maka dari itu, penggambaran karakter tersebut seringkali membuat beberapa orang kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang mereka imajinasikan atau tidak sesuai ekspektasi.

 

Novel dan Film Adalah Berbeda Objek

Jika membicarakan dan membandingkan film dan novel tentu saja tidak ada habisnya, karena memang film dan novel adalah objek yang berbeda. Walaupun ceritanya sama, cara pemahamannya akan berbeda jika disampaikan lewat novel dan film. Saat membaca novel kita bisa mendengar tetapi kita tidak bisa melihat. Sedangkan, saat menonton film kita bisa melihat tetapi kita tidak bisa mendengar. Yang dimaksud dengan mendengar dan melihat adalah saat kita membaca kita bisa mendengar isi kepala, isi hati, dan proses berpikir karakter yang ada. Tetapi, kita tidak bisa bagaimana dunianya dan fisiknya. Sebaliknya dalam film kita bisa melihat dunia dan fisiknya, tetapi tidak bisa mendengar isi kepala, isi hati, dan proses berpikirnya. Jadi, sebuah film dan novel bukan hanya berbeda tetapi juga bertolak belakang.

 

Pengembangan Alur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebuah novel dan film itu adalah dua objek yang berbeda, tentu saja itu menjadi dampak tersendiri saat mengadaptasi novel ke film.  Dampaknya adalah karena kita bisa mendengar isi kepala dan isi hati karakter tersebut kita jadi dekat dan merasa paham dengan karakter itu. Untuk memiliki pemahaman tersebut dalam film tentunya sangat sulit, karena dalam film kita tidak bisa mendengar isi kepala, isi hati, dan proses berpikir karakter itu. Oleh sebab itu, walaupun sebuah novel jalan cerita, plot, dan konfliknya sederhana, kita menikmatinya karena kuatnya karakter itu serta kita merasa dekat dan memahami karakter itu serta kita tahu isi kepala, isi hati, dan proses berpikirnya. Dalam film, karena level pemahaman kita terhadap karakter tidak bisa sedalam pemahaman kita terhadap karakter di novel, maka dari itu butuh penambahan jalan plot dengan jalan cerita yang juga kuat. Itulah mengapa, pada saat sebuah novel diadaptasi seringkali ceritanya diubah. Adanya perubahan cerita atau pengembangan alur bukan semata-mata agar berbeda dengan novelnya, tapi untuk menambah kesan dramatik dalam film dan agar tidak terlalu membosankan.

Tidak ada kriteria khusus buku seperti apa yang bisa diadaptasi menjadi film. Buku yang kurang peminatnya pun bisa diadaptasi menjadi film yang legendari. Begitupun sebaliknya, buku best seller sekalipun jika diadaptasi bisa menjadi mengecewakan. Selain beberapa faktor diatas, salah satu faktor yang sering menjadi penyebab sebuah adaptasi bisa menjadi gagal adalah karena tujuan rumah produksi mengadaptasi sebuah buku hanya untuk mendapat keuntungan semata. Melihat banyaknya penggemar sebuah buku, maka sangatlah rasional membuat adaptasi buku tersebut dengan harapan para penggemar buku tersebut akan menonton film adaptasinya. Demi ambisi keuntungan rumah produksi, terkadang sebuah cerita pun dipanjangkan menjadi banyak seri.


Karena film dan novel adalah  objek yang berbeda, tentunya dalam menyampaikan cerita pun memiliki pendekatan yang berbeda. Meskipun ide ceritanya sama, hasil akhirnya akan berbeda. Adaptasi novel ke film memiliki ‘seni’ tersendiri yang menarik agar para penggemar buku tetap menantikan karakter-karakter favoritnya menjadi nyata dan para penggemar film tetap terhibur dengan cerita adaptasi tersebut. Terlepas dari itu semua, berhasil atau tidaknya sebuah adaptasi tidak ditentuka dari novel itu sendiri, tetapi ditentukan dari bagaimana film tersebut diberi sentuhan untuk membuat sebuah cerita menjadi nyata.


Ditulis Oleh : Dinda Zaen Aryani

22 Komentar

  1. Terimakasih infonya ka, Semangat menulis!

    BalasHapus
  2. Waah bermanfaat sekali, semangat teruus🙌

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat, lanjutkan menulis

    BalasHapus
  4. Terimakasih sangat informatif👍🏻

    BalasHapus
  5. Terima kasih infonya,bisa menambah wawasan baru

    BalasHapus
  6. Terimakasih, infonya sangat bagus sekali

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Terimakasih infonya,sangat bermanfaat sekali😊

    BalasHapus
  9. Tulisannya menambah wawasan, terimakasih

    BalasHapus
  10. Bermanfaat banget! Semangat terus!

    BalasHapus
  11. oh begitu ternyata,, pantes ya kalau nonton film yg diadaptasi dari novel feel nya jadi berkurang

    BalasHapus
  12. konten yang ditulis sangat interesting bagi orang yang menyukai film yang diadaptasi dari novel.

    BalasHapus
  13. Bermanfaat sekali menambah wawasan, good job! Semangat!

    BalasHapus
  14. Wah thx informasinya. Sekarang ga perlu protes2 amat kalau novel yg disuka dijadiin film terus gak sesuai ekspetasi! Semangat terus!

    BalasHapus
  15. Keren si, baru tau punya temen tukang nulis
    Teruskan.ditunggu karya barunya.

    BalasHapus
  16. Wow amazing! Ga nyangka aku temanku berbakat. Semangat!

    BalasHapus
  17. Sangat bermanfaat, makasih buat infonya

    BalasHapus
  18. Mangut mangut bacanya. Makasih infonyaa

    BalasHapus
  19. Mantappuuuu! Menarik sekali

    BalasHapus
  20. Suka banget kalimat terakhir! Semangat trozzz bozzz

    BalasHapus

Posting Komentar