sexual-harassment

Pernah mengalami tindakan pelecehan seksual (Sexual Harassment), contohnya tiba-tiba teman kita (laki-laki) merangkulkan tangannya dipundak kita, kita merasa risi dan tidak nyaman atas tindakan yang dilakukan terhadap kita. Atau teman kita melontarkan lelucon porno, maksudnya ingin melucu tetapi kita merasa terganggu atas leluconnya. Contoh itu tadi bisa disebut dengan pelecehan seksual.

Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja, termasuk ditempat kerja kita. Banyak dari kita mengalami kejadian seperti contoh diatas tapi mungkin situasi tersebut dianggap sebagai suatu yang normal terjadi atau bahkan kita tidak mengetahui bahwa kita telah menjadi korban pelecehan seksual.


Apa itu pelecehan seksual?

Pelecehan seksual adalah suatu keadaan yang tidak bisa diterima, baik secara lisan, fisik atau isyarat seksual, pernyataan yang bersifat menghina secara tegas, atau keterangan secara seksual bersifat membedakan dibuat oleh seseorang yang menyerang pada pekerja yang terlibat, dimana menyebabkan pekerja tersebut merasa terancam, dipermalukan,dibodohi, dilecehkan, atau melemahkan kondisi keamanan kerja atau menciptakan ancaman atau intimidasi lingkungan kerja.

Pelecehan seksual meliputi cakupan yang luas atas kejadian seksual yang tidak dikehendaki, yang meliputi:

  • kontak fisik yang tak perlu, menyentuh atau menepuk
  • kata-kata yang tidak bisa diterima dan sugestif, lelucon, komentar mengenai penampilan dan ucapan lisan yang disengaja
  • mengerling dan undangan yang mencurigakan
  • mengunakan gambar-gambar porno ditempat kerja
  • ajakan seksual
  • serangan fisik dan perkosaan

Data mengatakan bahwa sebagian besar korban pelecehan seksual adalah perempuan. Seperti kita ketahui bahwa “men have power over women in society”. Karena kondisi kekuasaan sosial yang menempatkan posisi laki-laki lebih tinggi (dibaca: berkuasa) dari perempuan, maka laki-laki (termasuk rekan kerja laki-laki kita) menyalah gunakan “kekuasaannya” untuk mendapatkan manfaat keuntungan seksual terhadap perempuan.


Dan ini ada sedikit cerita tentang seksual harassment yang saya alami 

Semakin besar dan semakin dewasa malah semakin saya merasa ketidaknyamanan sebagai wanita contohnya “chat holic” yang sering di temukan di jalanan Indonesia atau seksual harassment tentang objektivikasi terhadap wanita itu malah semakin membuat saya gumoh ingin muntah dan satu hal yang menurut saya juga annoying adalah ketika saya di suruh senyum , entah itu sama pria yang saya tidak kenal di jalanan atau sama priayang saya kenal dengan perkataan “kok cemberut aja sihh ?” , “senyum dong” , “kan nanti kalau senyum cantik” , “neng puit wit senyum dong” , “neng cantik ko jutek banget sih” , “ senyum dikit dong biar cantik “ , “ish cemberut aja sih jutek “ . Kenapa saya bisa bilang ini objektivikasi karena menyuruh perempuan untuk tersenyum itu terkesan tugas perempuan itu adalah untuk selalu terlihat cantik dan menghibur untuk para pria membuat para pria nyaman , nyuruh perempuan untuk tersenyum itu memperlihatkan power dan kontrol yang pria punya terhadap wanita sampai mereka itu bisa membuat kita terlihat ramah pada mereka . Padahal perempuan terserah saja mau dia tersenyum kalau mau dan kalau mau cemberut pun suka suka wanita . Oke mungkin senyum di sini bukan senyum di saat kala positif dan disini senyum yang di suruh pada saat di jalan sama Abang Abang yang sama sekali kita tidak kenal . Dan di masyarakat kita pun berekspektasi untuk para wanita itu harus terlihat bahagia terus harus terlihat ceria terus mangkanya orang seperti saya sering banget di bilang judes banget atau jutek hanya karna saya kurang senyum dan memliki mimik muka yang jutek , dan semakin kesini kalimat wanita selalu benar itu salah jadi wanita itu kalau ga senyum di sangkanya jutek banget di sangkanya muka mau ngigit orang dan kalau wanita kebanyakan senyum banyak para pria menganggap wanita senyum itu menggoda dirinya dan ada sebuah kasus di new Zealand seorang pria Malaysia menonjok wanita dari supermarket hanya karna pria itu mengira wanita tersenyum kepadanya memberikan kode menggoda dan si pria ini bilang bahwa di Malaysia senyum seorang wanita menandakan senyum itu menginvite si pria atau yaa bisa di bilang menggoda si pria dan apa yang terjadi pada saat di depan apartemen si wanita itu menolak si pria karna dia tidak bermaksud untuk menggoda si pria lalu si pria boleh menonjok si wanita karna hal kesalahpahaman SENYUM . Oke karna itu terjadi di luar negeri dan saya pun harus mengatakan “tidak semua pria seperti itu” tapi semua ini terjadi karena selama ini keberadaan wanita di masyarakat itu tergantung banget sama sudut pandang laki laki contoh nya dalam berpakaian dari dulu sampai sekarang perempuan di wajibkan untuk berpakaian sopan supaya kita tidak mengundang nafsu birahinya pria , perempuan yang pengen sekolah tinggi tinggi di suruh jangan pinter pinter banget katanya nanti bakal mengintimidasi si pria dan membuat pria menjadi takut dan ga mau ngedeketin kita dan kita jadi perawan tua , perempuan suka dandan dan memang hanya suka aja sama make up di sangkanya dandan untuk mencari perhatian pria  . Sadar ga sadar kita terjebak di keburukan pikiran masyarakat .bahkan masyarakat kita bisa mewajarkan loh tentang pria SEXUAL HARASSMENT kita tuh sampai nyamain pria sama kucing dengan istilah “ya wajar aja kucing kalo di kasih ikan asin ya di caplok lah” . Dan pria tidak pernah tuh di larang untuk sekolah tinggi mempunyai jabatan yang tinggi beda dengan perempuan yang kariernya bagus punya jabatan tinggi dan berkeluarga pasti di julitin “anak sama suami gimana ga di urusin kalo sibuk kerja terus” , cowok ga pernah di suruh ramah malah semakin galak cowok itu wah orang orang malah semakin klepek-klepek katanya cowok kaya gitu cool banget . Pokoknya di masyarakat kita itu semuanya tanggung jawab perempuan untuk selalu menjaga dalam segala hal . Dan wanita akan tersenyum bila dia mau.

Ditulis Oleh : Meirizka Yuniasih

2 Komentar

  1. Wow keren tulisanya memang di Indonesia masih minim pengetahuan seperti ini

    BalasHapus
  2. Sangat mengedukasi sekali, terima kasih��

    BalasHapus

Posting Komentar